Thursday, 1 July 2010

1 Day ~ Summer Kiss ~ (AIR fanfict)

post karya pertama, dari saya dulu deh (andre aka dark-saber@aoindonesia.net) :D
ini fanfict awalnya terinspirasi saat melihat pic yg gw dapat dari e-shuushuu

silahkan ... dan kritik saran ditunggu :D



1 Day ~ Summer Kiss ~

By dark-saber

(AIR fanfict)

 

Musim panas yang terasa hangat bagi seorang Misuzu Kamio


 

Liburan musim panas.

 

Disaat orang lain lebih memilih mengurung dan mendinginkan diri dengan air conditioner dan kipas angin didalam rumah mereka masing-masing, terlihat dua orang yang sepertinya tidak perduli akan panasnya udara saat itu dan memilih untuk bermain di pantai.

 

Seorang diantaranya adalah gadis muda yang manis, dengan rambut pirang yang panjang, mengenakan pita berwarna putih dengan seragam sekolah berwarna keseluruhan hitam dan kuning pada bagian lengannya, sedang berlari-lari kecil, sambil sesekali kaki kecilnya yang tanpa mengenakan alas apapun itu, menendang-nendang air laut yang terseret ke bibir pantai, dan tertawa dengan riang

Seorang lagi adalah cowok yang tinggi, dengan rambut pendek berwarna abu-abu, mengenakan kaos berwarna hitam dan celana jeans berwarna biru, hanya berjalan pelan menyusuri bibir pantai tersebut, sambil memperhatikan dan mengikuti gadis itu.

 

Gadis yang masih berlari-lari kecil itu kemudian memanggil cowok itu sambil tertawa riang


“nyahaha ... ayo … ayo … Yukito-san, kejar aku!! ... nyahahaha”




Sesekali ia berhenti, sesekali ia berlari-lari kecil sambil berputar-putar dan sesekali ia melambai ke cowok tersebut dengan ekspresi yang terlihat senang


“tu ... tunggu … oi, Misuzu .... kalau kamu lari-lari seperti itu, nanti bisa jatuh!!” sahut cowok itu kepada gadis yang ia pangil dan bernama lengkap Misuzu Kamio tersebut


Kemudian cowok itu berlari pelan, mencoba mengejar Misuzu


“nyahaha … habisnya, hari ini menyenangkan ... musim panas dan langitnya cerah, ditambah lagi bisa main sepuasnya bareng Yukito-san dipantai seharian ... kapan lagi??” Misuzu membalas kepada cowok yang bernama lengkap Kunisaki Yukito tersebut, kemudian ia berlari kecil, mencoba menjauh dari kejaran Yukito


“oi oi ... seharian!!! … nggak mungkin lah ... otto ... ketangkap ... hehe” balas Yukito lalu setelah merasa cukup dekat, ia dengan mudahnya menangkap lengan Misuzu


“... ga ... gao ...” Misuzu bergumam kecil


“terlalu lelah bermain tidak baik buat kondisi tubuhmu!? … ~hah~ … kalau sampai ada apa-apa, aku bisa dihajar Haruko nanti … dan hentikan kebiasaan ngomong 'gao'nya!!! … ” balas Yukito sambil memukul pelan kepala Misuzu


*tuk*


“a … aduh … gao … tapi hari ini kan libur ... libur musim panas” Misuzu memberi alasan dengan nada sedikit merengek


“liburnya kan nggak cuma hari ini saja, masih ada besok … hm!?” balas Yukito


“~gao~” Misuzu hanya berguman pelan dan sedikit kecewa setelah mendengar perkataan Yukito.


Melihat Misuzu murung, Yukito akhirnya menyerah


“~haah~ … yah sudahlah … untuk hari ini boleh deh, tapi nggak boleh sampai sore dan terlalu lelah!!” Yukito memperingatkan, setelah sebelumnya menghela nafas dalam dan membolehkan Misuzu untuk bermain


“eh?? … benar boleh??” Misuzu menyahut seakan-akan tidak percaya, dan setelah Yukito memberi kode ‘iya’ dengan mengangguk, Misuzu kemudian berseru


“… hiyaha … Yukito-san arigato!!!” lalu menerjang dan memeluk Yukito


“tu … tunggu … Misuzu … jangan tiba-tiba … waaaa …” Yukito yang terkejut dengan terjangan dari Misuzu, akhirnya hilang keseimbangan dan terjatuh


“Hiyaaa …” sahut Misuzu yang ikut kaget dan terjatuh bersama dengan Yukito

 

*splas*


*bruss*


Terdengar suara seperti benda yang tercebur kedalam air. Yukito tergeletak diatas pasir pantai yang basah oleh air laut yang terseret ombak di bibir pantai tersebut, menahan tubuh Misuzu yang berada diatasnya

 

“nyahaha ... gomen Yukito-san” Misuzu hanya tertawa kecil sambil meminta maaf


“hah~ … ya ampun, kamu ini … nggak perlu sampai menerjang segala kan!? … ” balas Yukito


“tehehe … gomen …” Misuzu hanya tertawa kecil dan meminta maaf kembali


“…”


Sesaat kemudian keduanya terdiam, mereka masih belum beranjak dari posisi tersebut, dan Misuzu hanya memandang Yukito dengan wajah yang sedikit memerah. Yukito yang melihat hal itu kemudian bertanya kepada Misuzu


“oi oi … kenapa wajahmu terlihat sedikit merah begitu?? … jangan-jangan kurang enak badan ya?? … bisa berdiri tidak?? … biar aku coba periksa dahimu!!”


Namun, belum sempat Yukito mencoba mengulurkan tangannya untuk membuat Misuzu beranjak berdiri untuk memeriksa kondisi tubuhnya, tiba-tiba Misuzu berkata

 

“ … hhh … a … ano ne … Yukito-san!!”

 

“hm!? … kenapa??” Tanya Yukito


“boleh aku … ” Misuzu terhenti sejenak, wajahnya terlihat makin memerah


“anu … itu … ” ia terlihat bingung mencari kata-kata yang harus ia ucapkan setelahnya


“boleh apa??” tanya Yukito lagi


“…”


Setelah beberapa saat, Misuzu akhirnya memberanikan diri sambil menatap Yukito lalu berkata


“bolehkah … aku …”

 

“menciummu!??”

 

Yukito terkejut mendengar hal itu, dan dengan panik membalas


“waa!! … ap … ka … apa … kamu … ngo … ngomong apa kamu, Misuzu!!!”


“hm?? … ga boleh!?” tanya Misuzu dengan ekspresi kecewa dan memandang Yukito


“itu … anu … bukan begitu  sih … bukannya nggak boleh … hanya …” Yukito membalas dengan ragu


Misuzu masih menatap Yukito dengan wajah memerah dan pandangan penuh harap


“ugh … ~hah~” melihat ekspresi Misuzu, sambil menghela nafas yang cukup dalam, Yukito akhirnya memeluk Misuzu dengan perlahan, mencoba mendekatkan wajah Misuzu kewajahnya


“a a …” Misuzu sedikit terkejut


Namun setelah menyadari tindakan Yukito, Misuzu kemudian mendekatkan wajahnya, sambil menyibak sebagian rambut panjang yang menghalangi wajahnya, mendekat perlahan demi perlahan, menutup matanya dengan perlahan, sampai akhirnya wajah keduanya hanya berjarak 2 jari jauhnya.

Nafas mereka terasa saling beradu satu sama lain, namun mereka tidak memperdulikannya, dan dengan lembut, kecupan yang hangat dari bibir mereka berdua, diatas pasir pantai yang beralaskan air laut yang biru, dan bermandikan teriknya sinar matahari di siang itu, melengkapi kisah hangatnya liburan musim panas yang dialami oleh Misuzu sekarang, kehangatan dan kelembutan namun juga penuh dengan kebahagiaan kecil yang jauh melebihi pengalaman liburan yang ia jalani sebelum-sebelumnya.

No comments:

Post a Comment