part 1
“HAH!!”
Bunyi suara burung dipagi hari terdengar riuh dari balik jendela kamar. Rei terbangun dari tidurnya, hanya duduk diam, sembari membayangkan apa yang ia lihat dalam mimpinya barusan
“mimpi kah? … ”
Ia menyeka sedikit keringat yang mengucur dilehernya. Gorden dijendelanya masih tertutup rapat, namun sinar matahari pagi telah masuk melewati celah-celah dibalik gorden, membentuk pola-pola unik didinding kamarnya.
Ia bangun, mengambil weker disamping tempat tidurnya dan menatapnya
Pukul 06.00 pagi hari
“uh … pagi sekali … tetapi sedikit terlambat 20 menit” gumamnya pelan
Ia bangkit berdiri, mengganti baju tidurnya dengan baju sehari-hari, dan beranjak keluar kamar untuk menyiapkan sarapan …
“eh … hari ini giliranku, bukan?” gumamnya lagi, saat dirinya terhenti dikoridor menuju dapur
“hari ini giliran Yuu-nee” dan secara tiba-tiba, sebuah suara yang lembut namun bernada datar, mengejutkannya dari belakang
Rei menoleh, dan disana sudah ada adik perempuan keduanya …
