maaf menunggu ... part 2 baru dirilis skr ;_;
part 2
“itekimasu!!!”
Yuuna dan Rei menyahut hampir berbarengan,
namun tidak ada yang membalas, karena hanya tinggal mereka berdua yang tersisa.
Miki telah berangkat lebih dahulu karena ada kegiatan klub, sedangkan kakak
perempuan mereka … seperti biasa … masih berada dikamarnya, melanjutkan tidur
pulas “ronde kedua”, meskipun sebelumnya sudah dibangunkan Rei.
“ayo berangkat, Nii-san … nanti keburu
telat” sahut Yuuna pelan, kepada Rei yang berdiri disampingnya
“eh … ah … un” dengan setengah panik,
sembari mengangguk kecil, Rei mengikuti adiknya itu berjalan keluar dari
pekarangan rumah, menuju sekolah mereka
September
sudah mendekati akhir, udara yang mulai mendingin, seakan memberi tanda kalau
musim gugur akan berakhir sebentar lagi. Pohon-pohon sakura, atap-atap rumah,
jalan setapak, gedung-gedung, semuanya akan berubah menjadi putih, manakala
musim dingin tiba. Sambil memandang langit biru yang cerah, Rei bersama adiknya
itu berjalan pelan meninggalkan kediaman mereka menuju kesekolah. Jalan di
sepanjang distrik tempat Rei dan ketiga saudara perempuannya itu tinggal,
menuju sekolah masihlah lenggang, maklum saja saat mereka berangkat, waktu
masih menunjukkan pukul 7.30 pagi hari. Hanya ada segelintir siswa, berseragam
sekolah yang sama dengan mereka dijalan itu berjalan didepan mereka sambil
berbincang kecil, juga dua orang ibu rumah tangga yang berpapasan dengan mereka
dan tertawa ringan satu dengan lainnya. Rei mencoba mengencangkan kembali syal
biru miliknya untuk menahan dinginnya udara pagi yang mulai menusuk kulit
lehernya itu. Yuuna yang melihat itu, kemudian membuka percakapan terlebih
dahulu
“Nii-san,
nggak apa-apa?”
“eh
… ah … hanya merasa dingin saja, nggak apa-apa kok” balas Rei tenang
“sebentar
lagi musim dingin, Nii-san harus baik-baik jaga kesehatan biar tidak sakit”
lanjut Yuuna, memberi semacam nasehat kecil, dan dibalas dengan anggukan pelan
dan tawa setengah masam dari Rei “ahahaha …” dan keduanya kembali melangkah
tanpa kata
“…”
Mendadak
langkah Rei terhenti