Wednesday, 31 August 2011

[Story] Sister Complex - Me and My Sisters -

maaf menunggu ... part 2 baru dirilis skr ;_;

~ Chapter 1 ~


part 2



“itekimasu!!!”
Yuuna dan Rei menyahut hampir berbarengan, namun tidak ada yang membalas, karena hanya tinggal mereka berdua yang tersisa. Miki telah berangkat lebih dahulu karena ada kegiatan klub, sedangkan kakak perempuan mereka … seperti biasa … masih berada dikamarnya, melanjutkan tidur pulas “ronde kedua”, meskipun sebelumnya sudah dibangunkan Rei.

“ayo berangkat, Nii-san … nanti keburu telat” sahut Yuuna pelan, kepada Rei yang berdiri disampingnya

“eh … ah … un” dengan setengah panik, sembari mengangguk kecil, Rei mengikuti adiknya itu berjalan keluar dari pekarangan rumah, menuju sekolah mereka

September sudah mendekati akhir, udara yang mulai mendingin, seakan memberi tanda kalau musim gugur akan berakhir sebentar lagi. Pohon-pohon sakura, atap-atap rumah, jalan setapak, gedung-gedung, semuanya akan berubah menjadi putih, manakala musim dingin tiba. Sambil memandang langit biru yang cerah, Rei bersama adiknya itu berjalan pelan meninggalkan kediaman mereka menuju kesekolah. Jalan di sepanjang distrik tempat Rei dan ketiga saudara perempuannya itu tinggal, menuju sekolah masihlah lenggang, maklum saja saat mereka berangkat, waktu masih menunjukkan pukul 7.30 pagi hari. Hanya ada segelintir siswa, berseragam sekolah yang sama dengan mereka dijalan itu berjalan didepan mereka sambil berbincang kecil, juga dua orang ibu rumah tangga yang berpapasan dengan mereka dan tertawa ringan satu dengan lainnya. Rei mencoba mengencangkan kembali syal biru miliknya untuk menahan dinginnya udara pagi yang mulai menusuk kulit lehernya itu. Yuuna yang melihat itu, kemudian membuka percakapan terlebih dahulu

“Nii-san, nggak apa-apa?”

“eh … ah … hanya merasa dingin saja, nggak apa-apa kok” balas Rei tenang
“sebentar lagi musim dingin, Nii-san harus baik-baik jaga kesehatan biar tidak sakit” lanjut Yuuna, memberi semacam nasehat kecil, dan dibalas dengan anggukan pelan dan tawa setengah masam dari Rei “ahahaha …” dan keduanya kembali melangkah tanpa kata

“…”

Mendadak langkah Rei terhenti